Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

Fadel: Nelayan Malaysia Tetap Diperiksa

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat melakukan peninjauan ikan impor tanpa izin di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/3/2011). Sebanyak 15 kontainer ikan dari berbagai negara, 70 persen dari China ini akan di beri waktu 1 minggu kedepaan untuk dikembalikan.


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, Pemerintah Indonesia tetap melakukan pemeriksaan terhadap nelayan Malaysia yang ditangkap karena memasuki perairan Indonesia. Pemeriksaan dilakukan kendati Pemerintah Malaysia telah melayangkan surat protes kepada Pemerintah Indonesia. "Diproses sesuai dengan aturan yang ada," kata Fadel kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).
Fadel mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap yakin bahwa nelayan Malaysia telah memasuki perairan Indonesia. Petugas Indonesia yang telah menangkap nelayan Malaysia, kata Fadel, telah melakukan tindakan yang benar.
Ke depan, Fadel berharap sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia segera dituntaskan. Jika tidak, insiden saling tangkap nelayan oleh petugas Indonesia dan Malaysia terus terjadi. "Kita punya Angkatan Laut yang ikut di operasi tadi. Kapal KRI yang canggih, tidak mungkin Angkatan Laut kita tidak punya data yang cukup tentang hal itu," katanya.
Sebelumnya, pada Kamis (7/4/2011) dua kapal nelayan Malaysia ditangkap dalam operasi bersama Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia yang dilakukan secara terpadu dari KKP, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri. dan pihak kepolisian dengan mengerahkan sejumlah kapal patroli. Dua kapal asal Malaysia ditangkap kapal Patroli Hiu 001 pada Kamis pukul 11.20 waktu setempat.
Proses pemberhentian, pemeriksaan, dan penahanan kedua kapal berbendera Malaysia yang masing-masing memiliki lima anak buah kapal, KF 5195 dan KF 5325, dilakukan pada pukul 11.50 waktu setempat. Kedua kapal nelayan tersebut dilengkapi alat tangkap jenis trawl dan diketahui bahwa kesepuluh ABK-nya berasal dari Thailand. Dari proses penangkapan tersebut, kedua kapal nelayan asing beserta awak kapalnya segera dibawa ke Pangkalan Utama Angkatan Laut Belawan, Medan, Sumatera Utara.

AS Halangi Eropa Damaikan Timur Tengah

KOMPAS.com — Amerika Serikat menghalangi upaya Eropa untuk misi perdamaian di Timur Tengah dalam pertemuan internasional pekan ini, kata sejumlah diplomat pada Selasa (12/4/2011).
Washington tidak setuju terhadap kuartet diplomatik Timur Tengah dalam pertemuan di Berlin pada Jumat, kata beberapa diplomat. Pejabat tinggi dari kuartet diplomatik, yang terdiri atas Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, dan PBB, telah menunda pertemuan yang dijadwalkan pada Maret.
Inggris, Perancis, dan Jerman ingin menggunakan pertemuan kuartet diplomatik Timur Tengah untuk mengusulkan skema penyelesaian terakhir konflik Palestina-Israel.
Mereka berharap pernyataan dari kuartet diplomatik Timur Tengah yang akan menetapkan kerangka kesepakatan, seperti perbatasan dan persyaratan keamanan, dapat menjalankan kembali pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel.
Menegaskan kekecewaan dari ketiga negara itu, seorang diplomat Eropa mengatakan, "Kami berpendapat ini merupakan waktu yang sangat mendesak untuk kuartet untuk menyatakan pesan politik yang kuat, jadi kami menyesali pertemuan ini tidak dapat diadakan."
"Tingkat frustrasi meningkat di pihak Palestina," kata seorang diplomat dari negara UE lainnya. Kedua diplomat berkomentar dengan syarat identitasnya dirahasiakan.
Amerika Serikat menetapkan tenggat waktu pada September tahun ini untuk ketetapan atas pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Pembicaraan langsung Palestina-Israel berakhir pada akhir September lalu ketika Israel menolak untuk memperpanjang moratorium mengenai pembangunan permukiman di wilayah terjajah.
Israel memaksa bahwa seluruh permasalahan, termasuk permukiman, harus disepakati dalam pembicaraan langsung. AS memveto resolusi Arab yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB pada Februari yang akan mengecam permukiman Israel.
Jerman, Perancis, dan Inggris menyatakan kekhawatiran setelah jajak pendapat mengenai Timur Tengah mengalami kebuntuan. Dalam kunjungan ke Israel pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar membuat kemajuan dalam proses perdamaian tersebut.

Sumber : ANT, AFP

Dua Bintang Berdansa Menuju Kematian

Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics
Ilustrasi dua bintang katai putih yang hampir mati saling mengelilingi satu sama lain dengan periode 39 hari





KOMPAS.com — Para astronom yang tergabung dalam program survei Ariz di Observatorium MMT di Gunung Hopkins di Tucson, Arizona, Amerika Serikat, berhasil menemukan sistem bintang katai putih kembar yang jarak antarbintangnya hanya 225.000 kilometer. Jarak ini lebih dekat dibanding jarak rata-rata Bumi dan Bulan sejauh 380.000 kilometer.
Kedua bintang saling mengitari dengan kecepatan 435 kilometer per detik dan menyelesaikan satu putaran dalam waktu 39 menit. Bintang katai putih yang pertama berukuran 17 persen dari massa Matahari. Adapun bintang kedua berukuran 43 persen massa Matahari.
Jarak yang sangat dekat membuat tarikan gravitasi antarkeduanya akan semakin besar. Akibatnya, kedua bintang itu diperkirakan akan saling bertabrakan dan menjadi satu pada 37 juta tahun lagi.
"Bintang-bintang ini telah menikmati kehidupan pertamanya. Setelah bertabrakan dan bergabung menjadi satu bintang baru, ia akan menjalani kehidupan keduanya," kata Mukremin Kilic, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian kepada Sciencedaily, Rabu (6/4/2011). (SCIENCEDAILY/MZW)