Sabtu, 21 Mei 2011

Modal Ventura

Pendahuluan
Memasuki era Pembangunan Jangka Panjang Tahap II (PJPT II) Pemerintah sangat mengharapkan dunia usaha swasta untuk turut berpartisipasi secara langsung dalam mengembangkan perekonomian nasional agar dapat mencapai t ujuan tinggal landas yang sudah dicanangkan. Sebagai salah satu langkah kebijaksanaannya adalah pemerintah akan akan memusatkan perhatiannya pada pembinaan dan pengembangan sektor swasta kecil dan menengah, karena keberhasilan sektor ini dapat dijadikan salah satu landasan yang kuat untuk menopang laju pertumbuhan perekonomian nasional. Dan Tahun 1991 merupakan tonggak berdirinya Perusahaan Modal Ventura di Indonesia, Contohnya adalah PT. Bahana Artha Ventura.
Sumber pembiayaan dengan hutang, terutama dari Bank, saat ini dirasakan sangat berat oleh kalangan pengusaha, karena tingkat bunga pinjaman yang dibebankan oleh Bank relative masih cukup tinggi, sementara peningkatan produksi serta pemasaran productnya belum cukup untuk menutup beban bunga tersebut, disamping itu juga harus ada jaminan. Akibat dari keadaan ini, banyak pengusaha kecil dan menengah yang menunda bahkan ada yang mengurungkan niatnya untuk melakukan ekspansi ataupun mengembangkan usahanya.

Pengertian
1. Modal Ventura adalah suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal untuk jangka panjang yang memiliki resiko tinggi, dan dugunakan untuk pembentukan dan pengembangan usaha-usaha baru baik di bidang tekhnologi maupun yang non-tekhnologi, dan dimana perusahaan Modal Ventura mengharapkan dana mengalami Capital Gain disamping pendapatan bunga atau Dividen.
2. Perusahaan Modal Ventura adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka panjang waktu tertentu. (Keppres No. 61 Tahun 1998)
3. Modal Ventura adalah invesatasi jangka panjang dalam bentuk pemberian modal yang mengandung resiko dimana dana (Venture Capitalist) mengharapkan Capital Gain disamping pendapatan bunga atau Dividen. (Tony Lorenz, 1985)
4. Modal Ventura adalah suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal. Perusahaan yang menerima penyertaan modal disebut Perusahaan Pasangan Usaha atau Investee Company. Perusahaan yang melakukan penyertaan modal disebut juga Perusahaan Modal Ventura. (Y. Sri Susilo-Sigit Triandaru-A. Totok Budi Santoso)
5. Modal Ventura adalah usaha penyediaan pembiayaan untuk memungkinkan pembentukan dan pengembangan usaha-usaha baru baik di bidang tekhnologi maupun non-tekhnologi. (Robert White)
6. Modal Ventura adalah dana yang diinvestasikan pada perusahaan atau individu yang memiliki resiko tinggi. (Clinton Richardson)

Sektor Yang di Prioritaskan
1. Usaha berskala kecil dan menengah.
2. Industri yang menghasilkan product berorientasi ekspor.
3. Pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
4. Jasa-jasa angkutan darat, laut, dan udara.

Tujuan Perusahaan Modal Ventura
1. Mengembangkan aspek perusahaan yang sedang berkembang.
2. Membantu aspek pendanaan terutama pada tahap awal.
3. Memperlancar mekanisme investasi dalam dan luar negeri.
4. Mengembangkan tekhnologi baru dan alih tekhnologi.
5. Pengalihan kepemilikan perusahaan.
6. Melayani konsultasi management dan perencanaan bisnis.
7. Terlaksananya pendirian dan atau pembentukan suatu perusahaan.

Manfaat Modal Ventura
Manfaat Modal Ventura Berdasarkan Pihak Yang Menerimanya (Perusahaan Pasangan Usaha)
1. Merupakan alternative pembiayaan yang paling murah, tidak ada beban bunga yang harus dipikul perusahaan.
2. Untuk kasus tertentu, tambahan modal baru dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman.
3. Peningkatan kemungkinan berhasilnya usaha.
4. Perusahaan mempunyai mitra baru (Perusahaan Modal Ventura) yang umumnya mempunyai reputasi yang baik dikalangan dunia usaha dan pemerintah.
5. Perusahaan dapat menggunakan jaringan-jaringan usaha dari mitra barunya yang cukup luas dan sudah mapan.
6. Peningkatan efisiensi dan kegiatan usaha yang professional.
7. Peningkatan kemampuan pengembangan usaha.

Manfaat Bagi Perusahaan Modal Ventura
1. Peningkatan kemampuan tekhnis, pengalaman karyawan dan staff Perusahaan Modal Ventura.
2. Peningkatan Informasi tentang Modal Ventura.

Jenis Pembiayaan
Perusahaan Modal Ventura dapat memberikan bantuan dana kepada suatu perusahaan dalam satu atau lebih bentuk, antara lain :
1. Penyertaan Saham Langsung.
Jenis pembiayaan ini adalah penyertaan langsung dalam bentuk saham di perusahaan pasangan usaha (PPU), dengan syarat PPU tersebut sudah merupakan Perseroan Terbatas atau akan didirikan Perseroan Terbatas bersamaan dengan masuknya Perusahaan Modal Ventura sebagai pemodal ke dalam PPU.
2. Obligasi Konversi.
Jenis pembiayaan ini adalah dalam bentuk obligasi yang dapat dikonversikan ke dalam saham biasa yang dikeluarkan oleh perusahaan pasangan usaha yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas.
3. Pola Bagi Hasil / Partisipasi Terbatas.
Jenis pembiayaan ini adalah dengan menentukan persentase tertentu dari keuntungan setiap bulan (periode tertentu) yang akan diberikan oleh PPU kepada Perusahaan Modal Ventura.
4. Pinjaman dengan suku bunga yang relative randah.
5. Pinjaman yang tidak perlu dibayar apabila perusahaan belum mampu menutupi semua biaya operasinya.
6. Pinjaman yang apabila terjadi likuidasi, maka pengembaliannya berada pada prioritas setelah obligasi dan pinjaman lainnya.
7. Dan lain-lain sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip Modal Ventura.

Mekanisme Modal Ventura
Atas dasar cara pemberian dua jeni bantuan (Financial and Management), Modal Ventura dapat dibedakan menjadi :
1. Single Tier Approach.
Pendekatan ini menempatkan sebuah perusahaan Modal Ventura dalam dua fungsi, yaitu sebagai pemberi bantuan pembiayaan dan sebagai pemberi bantuan management / pengolahan dana.

2. Two Tier Approach.
Pendekatan ini memungkinkan sebuah perusahaan pasangan usaha untuk menerima bantuan pembiayaan dan bantuan management dari Perusahaan Modal Ventura yang berbeda.

Atas dasar cara penghimpunan dana, Modal Ventura dapat dibedakan menjadi :
1. Leverage Venture Capital.
Perusahaan Modal Ventura secara umum dapat menghimpun dana dari pinjaman dan juga modal sendiri (investor perorangan, perusahaan dana pension, perusahaan asuransi, suatu perusahaan besar pemerintah, dan lainnya) dalam berbagai bentuk.
2. Equity Venture Capital.
Modal Ventura yang bersumber dari suatu perusahaan modal ventura dengan sebagian besar penghimpunan dananya dalam modal sendiri dalam berbagai bentuk.

Atas dasar kepemilikan, Modal Ventura dapat dibedakan menjadi :
a. Private Venture Capital Company.
Adalah perusahaan modal ventura yang belum go public atau belujm menjual sahamnya melalui bursa efek.
b. Public Venture Capital Company.
Adalah perusahaan modal ventura yang telah go public atau telah menjual sahamnya melalui bursa efek.
c. Bank Venture Capital Company.
Adalah perusahaan modal ventura yang didirikan bank-bank yang mengalami surplus dana atau memang mempunyai misi khusus dalam hal modal ventura.
d. Conglomerate Venture Capital Company.
Adalah perusahaan modal ventura yang didirikan oleh sejumlah perusahaan besar.

Kunci keberhasilan agar perusahaan pasangan usaha menjadi dapat berkembang dan berdiri sendiri adalah :
A. Bantuan diarahkan agar perusahaan pasangan usaha dapat berdiri sendiri, baik dari sisi pengolahan maupun dari pendanaan.
B. Kegiatan usaha dilakukan dengan dukungan sumber daya manusia yang tepat dari segi kualitas, kuantitas, dan proporsi untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan.
C. Kegiatan usaha dilakukan dengan dukungan modal yang cukup dan sesuai dengan kebuthan jangka panjang.
D. Kesepakatan yang dibuat harus tegas, namun fleksibel terhadap perkembangan perekonomian dan tekhnologi.
E. Dukungan dan adanya sumber daya manusia dari pihak Perusahaan Modal Ventura (PMV) yang memadai sesuai dengan karakteristik dari masing-masing perusahaan pasangan usaha.

Faktor pendorong Modal Ventura adalah sebagai berikut :
1. Dihapuskannya system pajak berganda mulai tahun 1991.
2. Dimudahkannya proses penggunaan tenaga kerja asing untuk mengatasi kelangkaan professional yang memahami modal ventura.
3. Diizinkannya pemberian dana melalui skema bagi hasil.
4. Adanya niat pemerintah, melalui BUMN dan pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha kecil menengah melalui modal ventura.

Mekanisme Investasi PMV dengan PPU adalah sebagai berikut :
1. Seleksi awal, merupakan kegiatan evaluasi untuk mengetahui apakah aplikasi yang diajukan oleh calon PPU termasuk dalam lingkup Kriteria penanganan PMV, yaitu bentuk badan usahanya, bidang bisnisnya, skala usaha, dan kepemilikan badan usaha.

2. Penjajakan, merupakan kegiatan penilaian pendahuluan yang mencakup kegiatan desk research, diskusi dan lain-lain untuk mendapatkan gambaran dan kejelasan atas permasalahan yang ada dan mungkin timbul, kewajiban usulan proyek, kebutuhan yang sebenarnya diperlukan oleh calon PPU, dan prospek bisnisnya.

3. Evaluasi, merupakan kegiatan penilaian proyek secara mendalam dilihat dari aspek pemasaran, aspek tekhnis, aspek management, aspek keuangan, dan aspek hukum.

4. Konfirmasi, merupakan surat yang berisi mengenai persetujuan prinsip dan persyaratan / ketentuan keikutsertaan PMV ke dalam bisnis yang diajukan / dimohonkan kerjasama oleh calon PPU.

5. Persiapan kerjasama, meliputi :
• Perhitungan nilai harta oleh calon PPU sebagai bagian dari setoran saham yang menjadi kewajibannya. Perhitungan nilai dilakukan melalui penilaian kembali atas harta (baik dilakukan oleh pihak III maupun PMV bersama-sama dengan calon PPU).
• Shareholder Agreement.
• Penelitian atas dokumen-dokumen legal yang mendukung atas hak dan kewajiban dari perseroan yang akan dibentuk.
• Penyusunan rencana implementasi.

6. Pendirian PT, merupakan dasar pengesahan kerjasama antara PMV dan PPU secara yuridis, sedangkan kegiatan pendirian PT adalah pembentukan / perubahan anggaran dasar PT, rapat pendiri, dan RUPS untuk pengesahan rencana kerja dan penetapan.

7. Implementasi, merupakan realisasi atas rencana yang telah disepakati bersama yang mencakup realisasi atas pembangunan fisik, penambahan modal kerja, besarnya kebutuhan dana, dan sumber dana yang akan dimanfaatkan merupakan kegiatan pada tahap implementasi :
I. Pencarian dana sesuai jadwal kegiatan.
II. Implementasi system dan prosedur administrasi keuangan.
III. Pembangunan fisik.
IV. Pengamatan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan fisik.
V. Supervisi.
VI. RUPS pengesahan pelaksanaan implementasi dan rencana kerja tahun pertama komersial.

8. Komersial, merupakan komersialisasi bisnis yang telah disepakati bersama, dalam hal ini dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu :
A. Kegiatan komersial proyek operasional yang meliputi pengamatan dan evaluasi perkembangan usaha dan pelaksanaan rencana kerja berdasarkan laporan keuangan bulanan, kunjungan setempat, dan laporan khusus, supervise, penyusunan dan evaluasi rencana kerja penanganan khusus (di luar rencana kerja), Rapim, dan RUPS.
B. Kegiatan tahap komersial proyek gagal, yaitu mengupayakan membangkitkan kembali PPU dengan menawarkan kepada pihak III untuk ikut mengelola perusahaan dengan cara kerjasama bagi hasil, menjadi salah satu pemegang saham, pembubaran kerjasama (divestasi negative) dengan jalan menawarkan kepada PPU untuk melanjutkan sendiri dengan membeli kembali saham yang dimiliki PMV, menjual perusahaan atau asset perusahaan dan hasilnya dibagi secara proporsional, setelah dikurangi dengan pelunasan seluruh kewajibannya.

9. Divestasi, seperti disebutkan di atas, investor Modal Ventura hanya bersifat sementara atau tidak akan menjadi pemodal untuk selamanya di suatu perusahaan, karena memang tujuannya untuk membantu pengembangan suatu usaha.

Karakteristik Usaha Yang Potensial
A. Memiliki tekhnologi, product, ciri atau merk yang sulit ditiru atau disaingi.
B. Memiliki potensi pertumbuhan penjualan jangka panjang yang tinggi dan kontinyu.
C. Memiliki potensi laba bersih pertahun sekitar 30 % dari nilai investasi atau lebih. Lebih baik lagi jika potensi keuntungan bagi investor adalah lima atau sepuluh kali nilai investasi dalam tiga periode atau lima tahun sejak investasi.
D. Memiliki bukti atau potensi keberhasilan yang jelas.
E. Bersedia dijadikan perusahaan public, demerger dengan perusahaan lain, atau dijual kepada perusahaan atau investor lain.
F. Keberhasilan bisa dicapai dalam periode tidak lebih dari sepuluh tahun, karena surat keputusan Menteri Keuangan No. 1251/1998 membatasi periode investasi PMV selama sepuluh tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar