Selasa, 17 Mei 2011

Rasio Penilaian atau Rasio Nilai Pasar

Rasio ini bermanfaat untuk mengukur kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar yang melampaui pengeluaran biaya investasi. Rasio penilaian (Valuation Ratio) merupakan ukuran yang paling lengkap tentang prestasi perusahaan, karena mencerminkan rasio risiko dan rasio pengembalian. Rasio ini sangat penting karena rasio tersebut berkaitan langsung dengan tujuan memaksimumkan nilai perusahaan dan kekayaaan para pemegang saham. Salah satu bagian dari rasio ini adalah Price to Book Value (PBV).

Rasio PBV digunakan untuk mengetahui seberapa besar harga saham yang ada di pasar dibandingkan dengan nilai buku sahamnya (Sutrisno, 2000 : 268). Semakin tinggi nilai rasio ini semakin besar tambahan kekayaan (wealth) yang dinikmati oleh pemilik perusahaan.

PBV = Harga Saham / Nilai Buku Perusahaan.

Misalkan nilai buku modal sendiri PT. TSR adalah Rp 517 juta serta harga saham Rp 1000. Dengan jumlah lembar saham sebanyak 1.000.000 lembar, maka nilai buku per saham adalah Rp 517. Dengan demikian maka :

PBV = 1000 / 517 = 1,93.

Rasio ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan melebihi 93% dari apa yang telah dan sedang ditanamkan oleh pemilik perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar tambahan wealth yang dinikmati oleh pemilik perusahaan.

Dalam penelitian Cindy Ladipa Kirana (2005) yang meneliti mengenai analisis pengaruh variabel kinerja keuangan perusahaan terhadap return saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Jakarta periode tahun 2000-2003 serta variabel independen yang digunakan adalah EPS, DER, CR, ROE, dan PBV. Menunjukkan bahwa PBV pada tahun 2000 dan 2001 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham terlihat dengan angka t-hitung yang lebih besar dari t-tabel. Sedangkan pada tahun 2002 ddan 2003 PBV tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham dengan angka t-hitung yang lebih kecil dari t-tabel.

Dalam persamaan model regresi pada penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa variabel independen adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen return saham.

Selain itu, model penilaian saham lain yang sering dipergunakan adalah Pendekatan PER. Rasio ini membandingkan antara harga saham (informasi yang diperoleh dari pasar modal) dan laba per lembar saham yang diperoleh pemilik perusahaan (informasi yang disajikan dalam laporan keuangan).

PER = Harga Saham / EPS.

Misalkan diketahui bahwa jumlah lembar saham yang beredar adalah 1.000.000 lembar saham, laba setelah pajak Rp 166 juta, seerta harga saham PT. TSR di bursa adalah sebesar Rp 1000. Dengan demikian maka :

PER = 1000 / 166 = 6x.

Apabila pasar modal efisien, maka rasio ini mencerminkan pertumbuhan laba perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin tinggi pertumbuhan laba yang diharapkan oleh pemodal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar