Selasa, 17 Mei 2011

Triangular Arbitrage & Convered Interest Arbitrage Theory

Perhatikan bahwa nilai mark dalam unit pound adalah kebalikan dari nilai pound dalam dalam unit mark. Jika suatu kuotasi kurs silang aktual berbeda dengan kurs silang yang tepat (mengacu pada formulasi di atas) triangular arbitrage dapat digunakan. Dalam hal ini, transaksi-transaksi valuta dilakukan dalam pasar spot dalam rangka mengambil keuntungan dari ketidaksesuaian kurs silang antara dua valuta.

Jika kurs silang tidak dikuotasikan secara benar, triangular arbitrage dapat digunakan untuk mengambil keuntungan dari ketidaksesuaian tersebut. Sebagai contoh asumsikan bahwa sebuah bank mengkuotasikan pound inggris (£) pada harga $2, franc perancis (FF) pada harga $0,2 dan kurs silang antara pound dengan franc dimana £1 = FF 11. Tugas pertama anda adalah menggunakan nilai pound seharusnya berharga 10 franc, pada saat mengkuotasikan kurs silang £1 = FF 11, franc dinilai terlalu rendah oleh bank relatif terhadap pound.

Berbasis informasi ini, anda bisa melakukan triangular arbitrage dengan membeli pound dengan dolar, kemudian menukarkan pound dengan franc, dan terakhir menukarkan franc dengan dolar. Jika anda memiliki $ 10.000 berapa banyak laba yang akan anda hasilkan jika anda mengimplementasikan strategi triangular arbitrage ini ? untuk menjawab pertanyaan ini, perhatikan langkah-langkah berikut :

· Pertama, tentukan jumlah pound yang akan anda terima ketika menjual dolar. Missal $10.000 = £5.000. berdasarkan kuotasi bank $2 = £1.

· Kedua, tentukan jumlah franc yang akan anda terima ketika menjual pound £5.000 = FF 55.000. berdasarkan kuotasi bank £1 = FF 11.

· Terakhir, jumlah dolar AS yang akan anda terima ketika menjual franc FF 55.000 = $11.000. Dengan demikian strategi triangular arbitrage memberi laba kepada anda sebesar $1.000.

Sedangkan untuk mengilustrasikan bagaimana convered interest arbitrage bekerja, asumsikan bahwa anda ingin mengambil keuntungan dari tingginya suku bunga di Inggris dan anda akan memiliki dana untuk jangka waktu 90 hari. Suku bunga bagi investasi anda adalah tetap, hanya arus di masa depan saat anda menukarkan pound kembali ke dalam dolar yang tidak pasti. Transaksi forward untuk menjual pound dapat digunakan untuk memastikan dolar nantinya. Strategi aktual yang dapat digunakan dalam hal ini adalah :

·  Pada hari pertama, konersikan dolar anda ke dalam pound dan buatlah rekening deposito berjangka waktu 90 hari pada sebuah bank Inggris.
·  Setelah itu, buatlah kontrak forward untuk menjual pound 90 hari ke depan.
·  Pada saat deposito jatuh tempo pada hari ke-90, konversikanlah pound ke dalam dolar AS pada kurs yang telah disetujui dalam kontrak forward.

Untuk memudahkan ilustrasi, berikut contoh yang menggunakan perhitungan angka untuk mengilustrasikan bagaimana convered interest arbitrage berlangsung :

·  Anda memiliki $1.000.000 untuk diinvestasikan.
·  Kurs forward dari pound adalah $2 / £1.
·  Kurs spot dari pound adalah $2 / £1.
·  Suku bunga deposito berjangka 90 hari di AS adalah 2%.
·  Suku bunga deposito berjangka 90 hari di Inggris adalah 4%.

Berbasis informasi ini, pertama-tama anda bisa mengkonversikan $1.000.000 ke dalam £500.000 ini sekaligus mendepositokan pada sebuah bank Inggris dengan suku bunga 4%, serta pada saat yang sama menandatangani kontrak forward dengan bank tersebut untuk menjual pound pada kurs $2 / £1 setelah 90 hari.

Pada saat deposito telah jatuh tempo anda akan menerima 520.000 (500.000 x 104%). Kurs spot pound pada saat deposito jatuh tempo tidak lagi penting karena anda sebelumnya telah mengunci kurs melalui kontrak forward. Berbasis kurs forward sebesar $2 / £1 . Setelah itu anda bisa mengkonversikan £520.000 menjadi $1.040.000. Dengan demikian anda akan menerima pengembalian 4% selama periode 3 bulan yakni 2% di atas pengembalian deposito di AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar